Tahukah kamu bahwa pada 2025, diproyeksikan 5,32 miliar orang di seluruh dunia menonton televisi? Menurut data terkini, televisi masih menjadi medium paling populer bahkan di era digital—91,5% populasi Indonesia menonton TV berdasarkan data BPS. Tapi pernahkah kamu bertanya, siapa sebenarnya penemu TV elektronik yang membuat teknologi ini menjadi kenyataan?
Jawabannya adalah Philo Farnsworth, seorang penemu brilian yang mengubah cara dunia berkomunikasi dan mengakses informasi. Lahir pada 19 Agustus 1906, Farnsworth menciptakan sistem televisi elektronik pertama saat usianya baru 21 tahun—sebuah pencapaian luar biasa yang sayangnya kurang dikenal dibandingkan tokoh teknologi lainnya.
Menariknya, nama Farnsworth kembali mencuat di tahun 2025: pada 77th Primetime Emmy Awards tanggal 15 September 2025, host Nate Bargatze membuka acara dengan memerankan Philo Farnsworth, memperkenalkan sosok “penemu televisi” kepada jutaan penonton global. Ini menjadi momen langka dimana figur bersejarah ini mendapat spotlight di panggung mainstream.
5 Fakta Philo Farnsworth Penemu TV Elektronik ini akan membuka matamu tentang sosok jenius di balik layar yang kita nikmati setiap hari. Dari kisah masa kecilnya di peternakan Idaho hingga pertarungan paten melawan raksasa RCA, perjalanan Farnsworth penuh dengan inovasi, kegigihan, dan drama yang jarang diceritakan.
Mari selami kisah inspiratif tentang Philo Farnsworth, penemu TV elektronik yang layak mendapat pengakuan lebih!
Ide Genius dari Ladang Kentang: Lahirnya Konsep TV Elektronik

Bayangkan seorang remaja berusia 14 tahun sedang membajak ladang kentang keluarganya di Idaho, kemudian tiba-tiba menemukan ide yang akan mengubah dunia. Itulah yang terjadi pada Philo Farnsworth pada tahun 1920.
Saat membajak ladang dalam pola garis-garis paralel, Farnsworth mendapat inspirasi brilian: gambar bisa ditransmisikan secara elektronik dengan cara yang sama—baris demi baris. Konsep “image dissector” ini menjadi fondasi televisi elektronik pertama di dunia.
Pada tahun 1922, Philo Farnsworth yang baru berusia 15 tahun menggambar sketsa sistem televisi elektroniknya di papan tulis kelas kimia untuk gurunya, Justin Tolman. Menurut dokumentasi resmi, sketsa yang digambar Tolman ini kemudian menjadi bukti krusial dalam persidangan paten melawan RCA bertahun-tahun kemudian. Guru kimia SMA-nya ini dengan cermat menyimpan sketsa tersebut, yang kemudian menjadi dokumen historis penting dalam sejarah teknologi.
Yang membuat kisah ini lebih menakjubkan: Farnsworth tidak memiliki akses ke laboratorium canggih atau pendanaan besar. Ia hanya berbekal pengetahuan dari majalah sains populer seperti “Science and Invention” yang dibacanya setelah selesai mengerjakan tugas-tugas di peternakan keluarganya.
Menurut Utah History Encyclopedia, Farnsworth lahir di sebuah kabin kayu di Beaver, Utah tanpa listrik dan pindah ke ranch dekat Rigby, Idaho saat berusia 12 tahun—pertama kalinya ia melihat listrik. Fasih dalam memahami mesin mekanik, ia bahkan berhasil mengautomasi mesin cuci ibunya dan beberapa peralatan pertanian untuk mempercepat pekerjaannya.
Fakta Menarik: Farnsworth sempat belajar sebagai “special student” di Brigham Young University sambil menyelesaikan sekolah menengahnya, namun harus keluar setelah ayahnya meninggal pada Januari 1924.
Pelajari lebih lanjut tentang sejarah inovasi teknologi Indonesia yang juga dimulai dari ide-ide sederhana namun revolusioner.
7 September 1927: Demonstrasi TV Elektronik Pertama yang Mengubah Sejarah

Tanggal 7 September 1927 menjadi titik balik sejarah komunikasi modern. Di laboratoriumnya di San Francisco, Philo Farnsworth yang berusia 21 tahun melakukan demonstrasi televisi elektronik pertama yang berhasil.
Gambar pertama yang ditransmisikan? Sebuah garis horizontal sederhana. Terdengar tidak mengesankan? Tunggu dulu. Menurut dokumentasi resmi dari National Inventors Hall of Fame, garis itu membuktikan bahwa gambar bisa ditransmisikan tanpa menggunakan bagian mekanik yang bergerak—sebuah terobosan revolusioner!
Dalam lab journal yang diketik oleh istrinya Elma “Pem” Farnsworth, tercatat: “The received line picture was evident this time.” Jurnal yang dijaga ketat ini kemudian menjadi bukti penting dalam kasus paten melawan RCA.
Yang unik: gambar pertama yang berhasil ditransmisikan dibuat oleh Cliff Gardner, adik ipar Farnsworth, berdasarkan paten yang dirancang Philo. Tabung kamera berbentuk bulat ini menyerupai bola mata dan hanya menampilkan satu garis.
Delapan bulan kemudian, pada September 1928, Farnsworth mengundang investornya untuk demonstrasi pertama. Saat ditanya kapan mereka akan melihat uang dari penemuan ini, Farnsworth dengan cerdas menampilkan gambar tanda dollar ($) di layar—membuktikan sistem bisa menampilkan bentuk kompleks.
Sistem elektronik Farnsworth berbeda total dari sistem mekanik yang ada:
- Tanpa bagian bergerak: Lebih stabil dan tahan lama
- Potensi pengembangan: Bisa ditingkatkan ke resolusi lebih tinggi (prediksi yang terbukti benar!)
- Scanning elektronik: Menggunakan berkas elektron, bukan disk berputar
Menurut US Patent and Trademark Office, Farnsworth mengajukan paten pertamanya pada 7 Januari 1927, dan menerima paten untuk Image Dissector pada tahun 1930 di usia 24 tahun—menjadikannya salah satu penemu termuda yang memegang paten teknologi terobosan.
Total investasi awal: $6,000 USD dari George Everson dan Leslie Gorrell pada tahun 1926, yang kemudian ditambah $25,000 dari Crocker First National Bank of San Francisco untuk membangun lab yang sebenarnya.
David vs Goliath: Pertempuran Paten Melawan RCA yang Dramatis

Kisah 5 Fakta Philo Farnsworth Penemu TV Elektronik tidak lengkap tanpa menyebut pertarungan epik melawan Radio Corporation of America (RCA) dan presidennya yang ambisius, David Sarnoff.
Timeline Pertempuran Paten:
1930: RCA mengirim insinyur muda Vladimir Zworykin ke lab Farnsworth. Menurut dokumentasi, Zworykin menghabiskan waktu mempelajari sistem Farnsworth secara detail dan sangat memuji Image Dissector yang sudah menghasilkan gambar lebih jelas dibanding kamera miliknya sendiri. Setelah kembali, Zworykin segera membuat duplikat tabung Farnsworth di laboratorium Westinghouse.
1931: David Sarnoff mengunjungi Farnsworth secara langsung dan menawarkan $100,000 untuk membeli seluruh portofolio paten dan laboratorium Farnsworth. Penawaran ini ditolak mentah-mentah oleh Farnsworth.
1932: RCA meluncurkan kasus patent-interference, mengklaim bahwa paten Farnsworth tahun 1930 melanggar aplikasi paten yang diajukan Zworykin tujuh tahun sebelumnya. Inti kasusnya adalah proses pembentukan gambar elektronik. Zworykin mengklaim telah membuat prototipe TV berdasarkan konsep ini sejak 1919, namun tidak ada satupun koleganya di Westinghouse atau RCA yang bisa secara definitif mengingat pernah melihatnya beroperasi.
1935: Setelah persidangan panjang, US Patent Office memutuskan bahwa Farnsworth adalah “undisputed inventor of television” (penemu televisi yang tidak terbantahkan). Bukti kunci yang membuat Farnsworth menang adalah sketsa papan tulis dari guru kimia SMA-nya, Justin Tolman, yang dibuat pada tahun 1922—jauh sebelum klaim Zworykin.
1939: Keputusan final menyatakan Farnsworth sebagai pemegang paten sah. Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, RCA terpaksa membayar royalti dan lisensi kepada penemu independen. Selama periode 10 tahun, RCA membayar biaya lisensi untuk memproduksi televisi menggunakan paten Farnsworth.
Menurut berbagai sumber historis, total biaya legal dalam pertempuran ini mencapai lebih dari $1 juta USD—jumlah yang sangat besar di era 1930an.
Ironi Pahit: Paten Farnsworth untuk televisi berakhir tepat sebelum boom komersial TV pasca Perang Dunia II. Menurut data US Census Bureau, pada 1946 hanya 6,000 TV terjual di AS. Pada 1950, angkanya melonjak ke 5 juta, dan pada 1970 mencapai 60,6 juta unit. Farnsworth tidak mendapat royalti dari ledakan komersial ini karena patennya sudah expired.
Sampai hari ini, Image Dissector dan prinsip scanning elektronik yang dikembangkan Farnsworth masih menjadi dasar teknologi display modern, termasuk TV LED, OLED, dan layar smartphone yang kita gunakan setiap hari.
Lebih dari Sekadar TV: Kontribusi Farnsworth untuk Teknologi Modern

Banyak yang tidak tahu bahwa Philo Farnsworth tidak hanya berkontribusi pada televisi. Jenius multidisiplin ini juga mengembangkan teknologi yang berdampak besar di berbagai bidang sepanjang hidupnya.
Teknologi Radar dan Militer (1930an-1940an): Selama Perang Dunia II, Farnsworth mengembangkan sistem untuk keperluan militer. Menurut National Inventors Hall of Fame, ia juga mengembangkan black light untuk night vision dan infrared telescope—teknologi yang sangat berguna untuk operasi militer dalam kondisi cahaya rendah.
Farnsworth-Hirsch Fusor (1950an-1960an): Di fase akhir kariernya, Farnsworth beralih ke penelitian energi fusi nuklir. Ia mengembangkan “Fusor” atau “Farnsworth-Hirsch Fusor”—sebuah perangkat untuk menciptakan reaksi fusi dengan inertial electrostatic confinement (IEC). Meski tidak mencapai net positive energy untuk pembangkit listrik praktis, desainnya masih digunakan sebagai sumber neutron untuk penelitian hingga saat ini.
Cold Cathode Ray Tubes: Farnsworth juga menemukan cold cathode ray tube pertama dan simple electronic microscope pertama, memberikan kontribusi penting pada perkembangan peralatan medis dan laboratorium.
Total Paten: Menurut MIT’s Lemelson Center, pada saat meninggal, Farnsworth telah memperoleh lebih dari 300 paten AS dan asing untuk perangkat elektronik dan mekanik. Menurut Lemelson, rata-rata TV yang dijual pada tahun 1971 (tahun kematiannya) mencakup sekitar 100 item yang dipatenkan oleh Farnsworth.
Pengaruh di Indonesia 2025: Data terbaru menunjukkan TV masih sangat relevan di Indonesia:
- 91,5% populasi Indonesia menonton televisi (BPS, 2016)
- Penetrasi TV di rumah tangga: Sangat tinggi bahkan di era streaming
- Smart TV market Indonesia diproyeksikan tumbuh dari USD 5,2 miliar (2024) menjadi USD 14 miliar (2035) dengan CAGR 9,42%
- 72,78% populasi Indonesia sudah mengakses internet (BPS, 2024), membuka peluang smart TV lebih luas
Semua perkembangan ini bermuara pada visi seorang remaja di ladang kentang Idaho hampir 100 tahun lalu.
Warisan yang Hampir Terlupakan: Kembali Dikenang di Emmy Awards 2025
Inilah ironi terbesar dalam 5 Fakta Philo Farnsworth Penemu TV Elektronik: meski penemuannya mengubah dunia secara fundamental, namanya hampir tidak dikenal dibanding Thomas Edison atau Alexander Graham Bell.
Mengapa Farnsworth Kurang Dikenal?
1. Timing yang Buruk: Patennya untuk televisi berakhir tepat sebelum boom komersial TV pasca Perang Dunia II. Ia tidak mendapat royalti dari ledakan komersial yang terjadi di tahun 1950an ketika jutaan TV mulai terjual.
2. Kepribadian Introvert: Berbeda dengan showman seperti Edison, Farnsworth lebih suka bekerja di lab. Menurut dokumentasi keluarga, hanya ada sekitar 30 foto Farnsworth yang tersimpan—sangat sedikit dibanding tokoh sezamannya.
3. Dominasi Narasi RCA: RCA dengan budget marketing besar berhasil membentuk narasi bahwa mereka adalah pioneer televisi, menggeser kontribusi Farnsworth dari sejarah populer.
4. Momen Menyakitkan: Pada tahun 1957, Farnsworth muncul sebagai tamu misterius di game show “I’ve Got a Secret”. Rahasianya? “I invented electronic television.” Tidak satupun panel yang mengenalinya. Menurut biography yang ditulis istrinya Elma “Pem” Farnsworth, kejadian ini sangat menyakitkan bagi Philo.
5. Kesehatan dan Kematian Dini: Farnsworth tidak pernah menikmati kesehatan yang baik dan meninggal karena pneumonia pada 11 Maret 1971 di Salt Lake City, Utah, sebelum bisa menyelesaikan pekerjaannya di bidang fusi nuklir.
Pengakuan Terlambat:
- 1983: Dimasukkan ke National Inventors Hall of Fame (12 tahun setelah kematiannya)
- 21 September 1983: US Postal Service menerbitkan prangko commemorative 20-cent menampilkan Farnsworth bersama penemu lain Charles Steinmetz, Edwin Armstrong, dan Nikola Tesla
- 1990: Patung Farnsworth (karya James R. Avati) ditempatkan di US Capitol’s National Statuary Hall mewakili Utah
- 11 Desember 2024: Patung Farnsworth di Capitol digantikan dengan patung Martha Hughes Cannon, namun patung lain tetap ada di Utah State Capitol di Salt Lake City
- 15 September 2025: Komedian Nate Bargatze membuka 77th Primetime Emmy Awards dengan memerankan Philo Farnsworth dalam sketch pembuka bersama cast SNL (Bowen Yang, Mikey Day, James Austin Johnson), memperkenalkan “penemu televisi” kepada jutaan penonton global
Statistik Global 2025:
Menurut data terkini:
- 5,32 miliar penonton TV global diproyeksikan pada 2025
- 1,1 miliar rumah tangga diperkirakan memiliki Smart TV pada akhir 2026 (51% dari seluruh rumah tangga dunia)
- Market TV global mencapai USD 96,82 miliar pada 2025
- Smart TV market Indonesia senilai USD 5,2 miliar (2024)
Pelajaran untuk Gen Z Indonesia:
Kisah Farnsworth membuktikan bahwa:
- Ide besar bisa datang dari mana saja – tidak harus dari Silicon Valley atau lab universitas elit
- Persistensi mengalahkan privilese – melawan RCA raksasa dengan keyakinan dan bukti
- Inovasi sejati membutuhkan waktu – dari ide 1920 hingga adopsi massal 1950an butuh 30 tahun
- Legacy lebih penting dari fame – nama mungkin terlupakan sementara, tapi dampak tetap abadi dan dikenang kembali seperti di Emmy 2025
Baca Juga Quantexa InsurTech100 Inovator AI Asuransi Global 2025 – Transformasi Decision Intelligence
Bonus: Relevansi Farnsworth di Era Streaming 2025-2026
Kamu mungkin berpikir: “Di era Netflix, Disney+, dan YouTube, apa relevansi penemu TV elektronik di 2025?”
Ternyata sangat relevan! Data terbaru menunjukkan:
Global Market 2025:
- Total penonton TV global: 5,32 miliar (2025), diproyeksikan 5,37 miliar (2026)
- Market TV global: USD 96,82 miliar (2025)
- Pertumbuhan CAGR: 0,38% (2025-2030)
- Smart TV adoption: 1,1 miliar households (51% global) pada akhir 2026
Indonesia Khusus:
- 91,5% populasi masih menonton TV (BPS)
- Smart TV Indonesia: USD 5,2 miliar (2024) → USD 14 miliar (2035)
- CAGR Smart TV Indonesia: 9,42% (2025-2035)
- Internet penetration: 72,78% (2024), mendukung pertumbuhan Smart TV
- TV & Video market penetration: 72% user penetration (2024)
Teknologi Display Modern: Prinsip dasar yang dikembangkan Farnsworth—scanning elektronik baris-per-baris—masih digunakan dalam:
- OLED TVs (LG masih dominan dengan 52,4% market share OLED 2024)
- MicroLED displays
- Smartphone screens
- Computer monitors
- Digital signage
Menurut data Technavio, global TV market diproyeksikan tumbuh USD 73,1 miliar dari 2025-2029 dengan CAGR 8,2%, didorong oleh inovasi seperti 8K UHD, AI TV, dan quantum dot technology—semuanya evolusi dari konsep Farnsworth.
Menghargai Genius yang Kembali Dikenang
5 Fakta Philo Farnsworth Penemu TV Elektronik ini membuktikan bahwa di balik setiap teknologi yang kita nikmati hari ini, ada sosok jenius yang seringkali tidak mendapat pengakuan yang layak—setidaknya sampai generasi berikutnya menyadari pentingnya kontribusi mereka.
Dari inspirasi di ladang kentang hingga pertempuran legal melawan raksasa industri, dari demonstrasi sederhana garis horizontal pada 7 September 1927 hingga teknologi yang mengubah cara 5,32 miliar manusia berkomunikasi di 2025—perjalanan Farnsworth adalah testimoni kekuatan ide, kegigihan, dan visi.
Kabar baiknya: nama Farnsworth kembali mendapat perhatian di 2025. Saat Nate Bargatze membuka Emmy Awards 2025 dengan memerankan Philo Farnsworth di depan jutaan penonton, ini menandai momen penting dimana generasi baru diperkenalkan pada “bapak televisi” yang sebenarnya.
Saat kamu menonton Netflix malam ini, streaming YouTube, atau scrolling TikTok di layar OLED-mu, ingatlah nama Philo Farnsworth. Tanpa visinya di tahun 1920, mungkin kita masih mengandalkan radio untuk hiburan.
Pertanyaan untuk kamu: Dari 5 fakta tentang Philo Farnsworth ini, mana yang paling menginspirasimu? Dan menurutmu, siapa penemu modern yang mungkin mengalami nasib serupa—punya dampak besar tapi kurang dikenal? Share pendapatmu di kolom komentar!
Sumber & Referensi Terverifikasi:
- US Census Bureau – Television Statistics 2023-2024
- National Inventors Hall of Fame (NIHF) – Philo Farnsworth Profile
- US Patent and Trademark Office – Patent Records
- Wikipedia – Philo Farnsworth (updated December 2024)
- Utah History Encyclopedia – Official State Records
- Linda Hall Library – Philo Farnsworth Historical Documentation
- Britannica Encyclopedia – Philo Farnsworth Biography
- IEEE Engineering and Technology History Wiki (December 2024)
- MIT Lemelson Center – Inventor Archives
- BPS Indonesia – Telecommunication Statistics 2024
- Statista – Global TV Market Forecast 2024-2029
- Market Research Future – Indonesia Smart TV Market 2024-2035
- Digital TV Research – Global TV Households 2026
- Emmy Awards Official – 77th Primetime Emmy Awards (September 15, 2025)
- Hollywood Reporter, Variety, Rolling Stone – Emmy 2025 Coverage





