Berdasarkan laporan Forbes Januari 2026, tiga pemuda berusia 22 tahun resmi menjadi miliarder termuda di dunia, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang Mark Zuckerberg. Trio pendiri Mercor—Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha—mencapai status miliarder satu tahun lebih cepat dibanding pendiri Facebook yang meraihnya di usia 23 tahun pada 2008.
Fenomena ini menandai babak baru dalam sejarah kewirausahaan teknologi. Untuk pertama kalinya, kecerdasan buatan (AI) menjadi jalur tercepat menuju kekayaan triliunan rupiah, dengan 9 dari 13 miliarder mandiri di bawah usia 30 tahun membangun kekayaan mereka melalui startup berbasis AI.
Apa yang membedakan pencapaian mereka? Bagaimana tiga mahasiswa putus kuliah ini mengubah ide sederhana menjadi perusahaan bernilai 10 miliar dolar AS hanya dalam waktu dua tahun? Mari kita telusuri perjalanan inspiratif mereka dan apa artinya bagi masa depan industri teknologi Indonesia.
Kisah Trio Miliarder: Dari Tim Debat ke Decacorn Valley

Pertemanan yang Mengubah Nasib
Brendan Foody (CEO), Adarsh Hiremath (CTO), dan Surya Midha (Chairman) pertama kali bertemu sebagai rekan satu tim debat di sekolah menengah Bay Area, Amerika Serikat. Persahabatan mereka yang terjalin sejak remaja menjadi fondasi kuat untuk membangun Mercor pada 2023.
“Ini benar-benar gila. Rasanya sangat surealis dan di luar imajinasi terliar kami,” ujar Foody kepada Forbes saat mengonfirmasi status miliarder mereka di usia 22 tahun.
Pendanaan Fantastis dan Valuasi Decacorn
Menurut laporan Liputan6.com (6 Januari 2026), Mercor mengumumkan pendanaan sebesar 350 juta dolar AS dengan valuasi mencapai 10 miliar dolar AS pada Oktober 2025. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Felicis Ventures dan didukung investor ternama seperti Benchmark, General Catalyst, serta Robinhood Ventures.
Ketiganya masing-masing memiliki sekitar 22 persen saham perusahaan, yang berarti kekayaan pribadi mereka mencapai 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 36 triliun per orang dengan kurs 1 USD = Rp 16.745).
Fakta Menarik:
- Mercor mencapai pendapatan 1 juta dolar AS dalam 9 bulan pertama
- Dinobatkan sebagai salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah Silicon Valley
- Masuk dalam daftar Forbes 2025 Under 30 dan Forbes Cloud 100
Rekor yang Dikalahkan: Membandingkan dengan Mark Zuckerberg
Sebelum trio Mercor, Mark Zuckerberg memegang rekor sebagai miliarder mandiri termuda sejak 2008. Berdasarkan data Wikipedia dan Kompas.com, Zuckerberg menjadi miliarder pada usia 23 tahun, empat tahun setelah mendirikan Facebook di kamar asrama Harvard pada 2004.
Pada 2008, Zuckerberg memulai debut sebagai miliarder di posisi nomor 321 The Forbes 400 dengan kekayaan bersih 1,5 miliar dolar AS. Namun, trio Mercor kini mencatat sejarah baru dengan meraih status miliarder di usia 22 tahun—satu tahun lebih muda dari rekor Zuckerberg.
Mengapa Mercor Begitu Bernilai? Model Bisnis AI yang Revolusioner

Dari Perekrutan ke Pelabelan Data AI
Mercor awalnya didirikan dengan ide sederhana: menghubungkan insinyur perangkat lunak dari India dengan perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat yang membutuhkan tenaga kerja jarak jauh.
Namun dalam perjalanannya, berdasarkan laporan Liputan6.com, Mercor mengembangkan fitur canggih yang memungkinkan kandidat diwawancarai oleh avatar kecerdasan buatan. Sistem ini mampu menilai kesesuaian keterampilan calon pekerja dengan proyek yang tersedia secara otomatis.
Pilar Bisnis Mercor
- Platform Perekrutan Berbasis AI
- Mengotomatiskan penyaringan resume
- Wawancara menggunakan avatar AI
- Pencocokan kandidat dengan pemberi kerja
- Layanan Pelabelan Data
- Menyediakan data beranotasi untuk melatih model AI
- Melayani laboratorium AI terkemuka di Silicon Valley
- Menghubungkan profesional (doktor, pengacara) dengan proyek penelitian AI
- Integrasi Talenta Global
- Fokus utama: insinyur dari India
- Ekspansi ke berbagai profesi high-skill
- Solusi end-to-end untuk perusahaan teknologi besar
Insight Industri: Menurut Bloomberg (Oktober 2025), sekitar 200 miliar dolar AS disuntikkan ke startup AI hingga awal Oktober 2025, menunjukkan besarnya kepercayaan investor terhadap masa depan teknologi kecerdasan buatan.
Rahasia Kesuksesan: Kerja Keras Tanpa Henti

Dedikasi Total Selama Tiga Tahun
Dalam wawancara dengan Yahoo Finance yang dikutip Liputan6.com (4 Desember 2025), Foody mengungkapkan rahasia di balik kesuksesan mereka:
“Kami bekerja keras, saya bekerja setiap hari selama tiga tahun terakhir. Saya meninggalkan kantor sekitar pukul 22.30 setiap hari, enam hari seminggu. Saya tidak bisa benar-benar libur sehari pun, karena saya punya dorongan impulsif untuk kembali bekerja.”
Mengatasi Kelelahan dengan Passion
Foody menekankan pentingnya menemukan pekerjaan yang benar-benar dicintai untuk menghindari burnout:
“Orang-orang umumnya mengalami kelelahan, bukan hanya karena bekerja keras, tetapi juga karena bekerja keras pada sesuatu yang menurut mereka tidak memuaskan dan tidak menghasilkan apa-apa. Menemukan hal yang mereka terobsesi dan yang dapat mereka curahkan dalam hidup mereka adalah salah satu hal terpenting.”
Gaya Hidup Sederhana Meski Miliarder
Menariknya, meskipun kini berstatus miliarder, trio ini mengaku belum membeli barang mewah apa pun karena tidak punya waktu untuk itu. Fokus mereka sepenuhnya pada pengembangan Mercor dan memberikan dampak nyata di industri AI.
Fenomena AI: 9 dari 13 Miliarder Muda dari Startup Kecerdasan Buatan

Tren Global Miliarder AI 2026
Berdasarkan laporan Forbes yang dikutip VnExpress dan Liputan6.com (6 Januari 2026), terdapat 13 individu berusia di bawah 30 tahun yang masuk kategori self-made billionaire. Dari jumlah tersebut:
- 9 miliarder membangun kekayaan melalui startup AI
- 3 miliarder dari platform pasar prediksi (Polymarket, Kalshi)
- 1 miliarder dari kasino online
Secara kolektif, para miliarder muda ini menguasai kekayaan bersih gabungan sekitar 23 miliar dolar AS (sekitar Rp 385 triliun).
Startup AI Lain yang Mencetak Miliarder Muda
1. Cursor (Anysphere) Empat alumni MIT—Michael Truell, Aman Sanger, Sualeh Asif, dan Arvid Lunnemark—menjadi miliarder melalui Cursor, alat pengkodean berbasis AI yang memanfaatkan tren “vibe-coding”, di mana pengembang dapat membuat software hanya dengan memberikan instruksi ke AI tanpa menulis kode manual.
2. Lovable Fabian Hedin (26 tahun) menjadi salah satu miliarder mandiri termuda di Eropa berkat Lovable. Ia memiliki sekitar 24 persen saham dengan kekayaan diperkirakan 1,6 miliar dolar AS (sekitar Rp 26 triliun). Lovable memungkinkan pengguna membuat situs web dan aplikasi hanya melalui petunjuk teks, dengan valuasi terakhir mencapai 6,6 miliar dolar AS.
3. Scale AI Alexandr Wang (28 tahun) mendirikan Scale AI pada 2016, yang menyediakan data beranotasi untuk melatih chatbot dan sistem AI. Pada Juni 2024, Meta membeli 49 persen saham Scale seharga sekitar 14 miliar dolar AS, mendongkrak kekayaan Wang menjadi 3,2 miliar dolar AS.
Pelajaran untuk Entrepreneur Indonesia: Apa yang Bisa Dipetik?
1. Timing dan Tren Teknologi
Trio Mercor berhasil menangkap momentum ledakan AI di saat yang tepat. Indonesia, dengan 32.268 startup per Januari 2026 (data Tracxn), memiliki peluang serupa untuk mengembangkan solusi AI lokal yang menjawab kebutuhan pasar regional.
2. Kolaborasi Tim yang Solid
Persahabatan jangka panjang Foody, Hiremath, dan Midha menjadi fondasi kuat untuk menghadapi tantangan membangun startup. Chemistry tim yang baik terbukti menjadi aset berharga dalam perjalanan kewirausahaan.
3. Fokus pada Solusi Nyata
Mercor tidak sekadar membuat teknologi canggih, tetapi menyelesaikan masalah riil: kesenjangan talenta teknologi global. Startup Indonesia perlu mengidentifikasi pain points spesifik di pasar lokal dan regional.
4. Skalabilitas dan Pivot Strategy
Kemampuan Mercor untuk pivot dari platform perekrutan menjadi penyedia layanan pelabelan data menunjukkan pentingnya fleksibilitas dalam model bisnis startup.
Potensi AI di Indonesia
Menurut Indonesia.go.id, penggunaan AI di Indonesia diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap pertumbuhan PDB nasional, setara dengan 366 miliar dolar AS pada tahun 2030. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat Indonesia menempati peringkat keenam dunia dengan 2.646 startup, termasuk 15 unicorn dan 2 decacorn.
Tantangan di Balik Kesuksesan: Kontroversi dan Persaingan
Gugatan dari Scale AI
Menurut laporan IDN Times, pada September 2025, Mercor menghadapi gugatan dari Scale AI dengan tuduhan pencurian rahasia dagang. Gugatan tersebut menuduh mantan eksekutif Scale yang kini bekerja di Mercor membocorkan lebih dari 100 dokumen rahasia.
Menanggapi tuduhan ini, Foody berkomentar kepada Forbes: “Itu bukan sesuatu yang kami pikirkan.” Trio ini tetap fokus membangun perusahaan meskipun menghadapi tantangan hukum.
Kompetisi Ketat di Industri AI
Berdasarkan laporan Wall Street Journal yang dikutip CNBC Indonesia dan Selular.id (4 Januari 2026), investor modal ventura memperingatkan bahwa 2026 akan menjadi tahun “tunjukkan uangnya” untuk startup AI:
- Startup AI dengan margin tipis diprediksi akan tutup atau diakuisisi
- Era menghasilkan keuntungan dari model orang lain akan berakhir
- Pasar akan menghukum tim yang tidak membangun keunggulan kompetitif nyata
Mohamed Nanabhay, mitra pengelola Mozilla Ventures, menyatakan: “Pada 2026, sebagian besar startup AI yang dibangun sebagai lapisan tipis di atas model dasar akan diakuisisi, digabungkan ke dalam perusahaan hyperscaler, atau ditutup sepenuhnya.”
Perbandingan Miliarder Muda: Pewaris vs Self-Made
Miliarder Pewaris Termuda 2026
Berdasarkan laporan Forbes yang dikutip CNBC Indonesia dan Metro TV (2025), berikut lima miliarder pewaris termuda:
- Johannes von Baumbach (19 tahun) – Pewaris Boehringer Ingelheim (Jerman), kekayaan 5,4-5,7 miliar dolar AS
- Livia Voigt de Assis (20 tahun) – Pewaris WEG (Brasil), kekayaan 1,1-1,2 miliar dolar AS
- Clemente Del Vecchio (20 tahun) – Pewaris EssilorLuxottica (Italia), kekayaan 6,6 miliar dolar AS
- Kim Jung-youn (21 tahun) – Pewaris Nexon (Korea Selatan), kekayaan 1,3 miliar dolar AS
- Kevin David Lehmann (22 tahun) – Pewaris dm-drogerie markt (Jerman), kekayaan 3,6 miliar dolar AS
Perbedaan Signifikan
Miliarder Pewaris:
- Kekayaan dari warisan keluarga
- Tidak terlibat aktif dalam operasional bisnis
- Fokus pada preservasi dan investasi kekayaan
Miliarder Self-Made (seperti trio Mercor):
- Membangun kekayaan dari nol
- Aktif memimpin dan mengembangkan bisnis
- Menghadapi risiko dan tantangan kewirausahaan langsung
Pencapaian trio Mercor lebih impresif karena mereka membangun kekayaan melalui kerja keras dan inovasi, bukan warisan.
Masa Depan Industri AI: Prediksi dan Peluang 2026-2030
Transformasi Agen AI
Menurut prediksi para pemodal ventura dalam laporan WSJ:
- 2026 akan menjadi tahun transisi AI dari chatbot menjadi pekerja otonom
- Ukuran keberhasilan bergeser dari waktu yang dihabiskan dalam aplikasi ke jumlah tugas yang diselesaikan AI
- Agen AI akan diperlakukan seperti staf junior dengan jabatan dan anggaran
Cathy Gao dari Sapphire Ventures menjelaskan: “Begitu seorang agen dapat mengeluarkan pengembalian dana atau membeli inventaris, ia berhenti menjadi alat dan menjadi pekerja. Ini membalik model bisnis dari membayar untuk akses menjadi membayar untuk pekerjaan yang diselesaikan.”
Peluang di Indonesia
Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengembangkan ekosistem AI:
- 212 juta pengguna internet dengan penetrasi 77% (Datareportal 2023)
- Target kontribusi AI sebesar 12% PDB pada 2030
- Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045 sebagai panduan kebijakan
- Anggaran Rp 400,3 triliun untuk infrastruktur digital dalam RAPBN 2025
Tantangan yang Perlu Diatasi:
- Ketidakmerataan jaringan internet di luar Jawa
- Kecepatan broadband yang masih rendah (peringkat 8 ASEAN untuk fixed broadband)
- Kebutuhan peningkatan talenta TIK berkualitas
Baca Juga 5 Fakta Philo Farnsworth Penemu TV Elektronik
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Miliarder Termuda 22 Tahun
1. Siapa miliarder termuda di dunia 2026 yang self-made?
Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha adalah miliarder self-made termuda di dunia pada usia 22 tahun. Ketiganya adalah pendiri Mercor, startup AI perekrutan yang mencapai valuasi 10 miliar dolar AS pada Oktober 2025. (Sumber: Forbes, Januari 2026)
2. Bagaimana trio Mercor mengalahkan rekor Mark Zuckerberg?
Trio Mercor menjadi miliarder pada usia 22 tahun, satu tahun lebih muda dibanding Mark Zuckerberg yang mencapai status miliarder pada usia 23 tahun di 2008. Mercor mencapai valuasi decacorn (10 miliar dolar AS) hanya dalam dua tahun sejak didirikan pada 2023. (Sumber: Liputan6.com, 6 Januari 2026)
3. Apa yang membuat Mercor begitu bernilai tinggi?
Mercor menggabungkan platform perekrutan berbasis AI dengan layanan pelabelan data untuk melatih model AI. Perusahaan ini menghubungkan talenta global (terutama dari India) dengan laboratorium AI terkemuka di Silicon Valley, melayani klien besar seperti OpenAI. Mercor mencapai pendapatan 1 juta dolar AS dalam 9 bulan pertama operasional. (Sumber: Forbes via Bisnis.com, 5 Desember 2025)
4. Berapa kekayaan masing-masing pendiri Mercor?
Setiap pendiri Mercor memiliki sekitar 22 persen saham perusahaan. Dengan valuasi 10 miliar dolar AS, kekayaan pribadi mereka masing-masing mencapai 2,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 36 triliun (kurs 1 USD = Rp 16.745). (Sumber: Liputan6.com, 6 Januari 2026)
5. Berapa banyak miliarder muda yang berasal dari industri AI?
Berdasarkan laporan Forbes Januari 2026, dari 13 miliarder self-made di bawah usia 30 tahun, sebanyak 9 orang (69%) membangun kekayaan mereka melalui startup berbasis kecerdasan buatan. Ini menandai AI sebagai jalur tercepat menuju kekayaan triliunan untuk generasi muda. (Sumber: Forbes via VnExpress, 6 Januari 2026)
6. Apa peluang startup AI di Indonesia?
Indonesia memiliki potensi besar dengan 32.268 startup per Januari 2026 dan target kontribusi AI sebesar 12% terhadap PDB (setara 366 miliar dolar AS) pada tahun 2030. Pemerintah telah mengalokasikan Rp 400,3 triliun untuk infrastruktur digital dalam RAPBN 2025. Namun, tantangan utama adalah ketidakmerataan internet dan kecepatan broadband yang masih rendah. (Sumber: Indonesia.go.id, Tracxn 2026)
7. Apakah ada kontroversi seputar kesuksesan Mercor?
Ya, pada September 2025, Scale AI menggugat Mercor dengan tuduhan pencurian rahasia dagang, menuduh mantan eksekutif Scale yang kini bekerja di Mercor membocorkan lebih dari 100 dokumen rahasia. Namun, pendiri Mercor menyatakan mereka tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan tetap fokus pada pengembangan bisnis. (Sumber: IDN Times via Forbes)
Era Baru Miliarder Muda Berbasis AI
Poin-Poin Penting
- Rekor Baru Tercipta: Trio Mercor—Brendan Foody, Adarsh Hiremath, dan Surya Midha—menjadi miliarder self-made termuda pada usia 22 tahun, mengalahkan rekor Mark Zuckerberg yang meraihnya di usia 23 tahun.
- AI Sebagai Jalur Tercepat: Untuk pertama kalinya dalam sejarah, 9 dari 13 miliarder mandiri di bawah 30 tahun membangun kekayaan melalui startup AI, menunjukkan kecerdasan buatan sebagai industri paling potensial untuk generasi muda.
- Kerja Keras Tanpa Kompromi: Kesuksesan mereka bukan kebetulan—Foody bekerja tanpa libur selama tiga tahun, meninggalkan kantor pukul 22.30 setiap hari, enam hari seminggu, menunjukkan dedikasi total yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan luar biasa.
- Model Bisnis Adaptif: Mercor berhasil karena kemampuan pivot dari platform perekrutan sederhana menjadi penyedia layanan pelabelan data AI yang melayani laboratorium penelitian terkemuka.
- Peluang dan Tantangan 2026: Investor memperingatkan bahwa 2026 adalah tahun “tunjukkan uangnya” untuk startup AI—hanya yang memiliki keunggulan kompetitif nyata yang akan bertahan.
Pesan untuk Entrepreneur Muda Indonesia
Kisah trio Mercor membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk meraih kesuksesan luar biasa. Dengan kombinasi timing yang tepat, tim yang solid, solusi yang menjawab kebutuhan nyata, dan dedikasi tanpa batas, generasi muda Indonesia juga memiliki peluang serupa.
Indonesia, dengan 2.646 startup termasuk 15 unicorn dan 2 decacorn, serta target kontribusi AI sebesar 12% PDB pada 2030, memiliki ekosistem yang semakin matang untuk melahirkan miliarder-miliarder muda berikutnya.
Pertanyaan untuk Anda: Apakah Anda siap menjadi bagian dari gelombang inovasi AI berikutnya? Bagikan pengalaman dan pandangan Anda di kolom komentar!
Sumber Referensi
- Forbes (Januari 2026) – “13 Self-Made Billionaires Under 30”
- Liputan6.com (6 Januari 2026) – “Era AI Cetak Sejarah: Miliarder Muda Berusia 22 Tahun Pecahkan Rekor Mark Zuckerberg”
- Liputan6.com (4 Desember 2025) – “Miliarder Termuda di Dunia Ini Tak Libur 3 Tahun saat Rintis Usaha”
- Bisnis.com (5 Desember 2025) – “Kisah Brendan Foody Jadi Miliarder Termuda sebagai ‘Perintis’, Bukan Pewaris”
- CNBC Indonesia (4 Januari 2026) – “Startup AI Diramal Bakal Ramai Gulung Tikar di 2026, Ada Apa?”
- Indonesia.go.id – “Membangun Ekosistem AI di Indonesia untuk 2030, Potensi dan Tantangan”
- Tracxn (Januari 2026) – “Startups in Indonesia – 2026 Latest Funding Rounds”
- Bloomberg (Oktober 2025) – “DeepSeek, Agility AI, Anduril, and Other AI Startups to Watch in 2026”
- Wikipedia – “Mark Zuckerberg”
- IDN Times – “Pendiri Mercor Geser Mark Zuckerberg Jadi Miliarder Termuda”






