Tim Berners-Lee, Penemu WWW yang Mengubah Cara Dunia Mengakses Informasi

·

·

Tim Berners

Tim Berners-Lee adalah penemu WWW yang mengubah cara manusia mengakses informasi. Kenali sejarah World Wide Web, HTML, HTTP, URL, dan dampaknya.

amstaffkomanda – Coba bayangkan hidup tanpa website. Mau baca berita harus membeli koran, mencari referensi harus datang ke perpustakaan, belanja online basically tidak ada, dan membuka Google untuk mencari jawaban dalam beberapa detik juga impossible. Internet mungkin tetap eksis, tetapi experience-nya bakal jauh berbeda dengan yang kita kenal sekarang.

Di balik perubahan tersebut ada satu nama yang punya peran extraordinary Tim Berners-Lee, penemu World Wide Web atau WWW.

Pada 1989, ketika bekerja di CERN—laboratorium fisika partikel Eropa di dekat Jenewa—Berners-Lee mengusulkan sebuah sistem berbasis hypertext untuk membantu para ilmuwan berbagi dan mengakses informasi melalui komputer yang berbeda. Dari kebutuhan yang terdengar cukup spesifik tersebut, lahirlah fondasi World Wide Web.

Yang menarik, Berners-Lee bukan sekadar punya ide lalu menyerahkan semuanya kepada orang lain. Ia juga mengembangkan teknologi fundamental di balik Web, menulis web server pertama, membuat browser/editor pertama, serta mengembangkan spesifikasi awal HTML, HTTP, dan URI.

Basically, kalau kehidupan digital hari ini adalah sebuah kota besar, Tim Berners-Lee adalah salah satu orang yang merancang jalan utamanya.

Siapa Tim Berners-Lee?

tim

Sir Timothy Berners-Lee adalah ilmuwan komputer asal Inggris yang dikenal sebagai pencipta World Wide Web.

Ia bukan founder Google, bukan pencipta internet, dan bukan orang yang membuat komputer pertama.

Distinction ini penting karena internet dan World Wide Web bukan hal yang sama.

Internet adalah infrastruktur jaringan yang memungkinkan berbagai komputer berkomunikasi. Teknologi internet sudah berkembang sebelum WWW ditemukan.

Sementara World Wide Web merupakan sistem informasi yang berjalan menggunakan jaringan tersebut. Web memungkinkan pengguna membuka halaman, mengikuti hyperlink, berpindah dari satu informasi menuju informasi lainnya, dan mengakses berbagai resources melalui browser.

Think of it this way.

Internet adalah infrastrukturnya.

Web adalah salah satu layanan terbesar yang berjalan di atas infrastruktur tersebut.

Berners-Lee mengembangkan Web ketika bekerja di CERN. Menurut W3C, ia menciptakan World Wide Web pada 1989, kemudian menulis web client dan server pertama pada 1990.

Masalah Sederhana yang Melahirkan WWW

Banyak invention besar sebenarnya bermula dari problem yang sangat practical.

Begitu juga dengan WWW.

CERN merupakan pusat penelitian yang melibatkan komunitas ilmuwan internasional dalam jumlah besar. Para peneliti datang dari berbagai universitas dan institusi dengan sistem komputer serta metode penyimpanan informasi yang berbeda.

Sharing information wasn’t exactly seamless.

Berners-Lee melihat perlunya sistem yang membuat informasi bisa saling terhubung dan diakses dengan lebih mudah.

Pada Maret 1989, ia menulis proposal mengenai sistem informasi berbasis hypertext. Ide dasarnya adalah menggabungkan komputer, jaringan data, dan hypertext menjadi sistem informasi global yang mudah digunakan.

Proposal tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut.

Pada November 1990, Berners-Lee bersama engineer asal Belgia Robert Cailliau memformalkan gagasan tersebut menjadi proposal yang lebih detail. Di dalamnya terdapat konsep mengenai jaringan dokumen hypertext yang bisa diakses menggunakan browser.

From today’s perspective, konsepnya terdengar obvious.

Klik link.

Buka halaman lain.

Klik lagi.

Pindah ke informasi berikutnya.

Tetapi pada akhir 1980-an, konsep tersebut merupakan sebuah breakthrough.

CERN secara resmi mencatat 1989 sebagai tahun ditemukannya World Wide Web oleh Tim Berners-Lee.

Namun, Web yang kita kenal tidak langsung muncul dalam kondisi finished product.

Setelah proposal awal dibuat, Berners-Lee mulai membangun komponen teknologinya.

Pada akhir 1990, web server dan browser pertama sudah berjalan di CERN. Ia menggunakan komputer NeXT untuk mengembangkan sistem tersebut sekaligus menjalankan web server pertama.

Komputer itu bahkan memiliki sebuah peringatan tulisan tangan agar orang lain tidak mematikannya karena mesin tersebut adalah server.

Low-key iconic.

Bayangkan komputer yang berada di sebuah ruangan CERN tersebut akhirnya menjadi salah satu titik awal teknologi yang sekarang digunakan miliaran orang.

Tim Berners-Lee dan Tiga Fondasi Penting Web

Kehebatan WWW bukan hanya berada pada konsep halaman website.

Berners-Lee mengembangkan beberapa teknologi fundamental yang memungkinkan sistem tersebut bekerja.

Tiga istilah yang sampai sekarang masih familiar adalah HTML, HTTP, dan URI/URL. W3C mencatat bahwa spesifikasi awal URI, HTTP, dan HTML yang dibuat Berners-Lee kemudian terus dikembangkan seiring penyebaran teknologi Web.

HTML

HTML atau HyperText Markup Language digunakan untuk menyusun struktur sebuah halaman Web.

Heading yang sedang kamu baca?

Paragraph?

Link?

Banyak elemen dasar halaman Web memiliki hubungan dengan HTML.

Versi HTML modern obviously jauh lebih sophisticated dibandingkan versi awalnya. Tetapi basic philosophy-nya masih recognizable: membuat dokumen terstruktur yang dapat dibaca dan dihubungkan melalui Web.

HTTP

HTTP adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol.

Protocol ini mengatur komunikasi antara client seperti browser dengan web server.

Ketika seseorang meminta sebuah halaman, browser berkomunikasi dengan server untuk mendapatkan resources yang dibutuhkan.

Versinya sudah berkembang jauh, tetapi HTTP tetap menjadi salah satu fondasi komunikasi Web.

URI dan URL

Kemudian ada sistem identifier yang memungkinkan resources di Web memiliki alamat.

Kita sehari-hari lebih familiar dengan istilah URL.

Tanpa sistem alamat tersebut, navigasi Web obviously akan menjadi nightmare.

Ketiga konsep ini bekerja bersama dan membantu menciptakan architecture yang membuat Web bisa berkembang.

Website Pertama di Dunia

Setelah membuat server dan browser, obviously kita membutuhkan website.

Dan yes, Tim Berners-Lee juga membuat website pertama.

Menurut CERN, website pertama di dunia didedikasikan untuk proyek World Wide Web itu sendiri. Situs tersebut di-host menggunakan komputer NeXT milik Berners-Lee di CERN.

Alamat servernya adalah info.cern.ch.

Halaman tersebut menyediakan informasi mengenai proyek WWW, hypertext, cara membuat web server, serta link menuju server lain ketika ekosistem Web mulai berkembang.

Kalau dibandingkan website modern, tampilannya extremely simple.

Tidak ada animation.

Tidak ada video autoplay.

Tidak ada pop-up newsletter.

Definitely tidak ada iklan yang mengikuti kita ke mana-mana.

Mostly text and hyperlinks.

Namun justru dari halaman sederhana tersebut, salah satu revolusi informasi terbesar dalam sejarah modern dimulai.

Web Mulai Keluar dari CERN

Pada 1991, software WWW mulai tersedia lebih luas.

CERN mencatat software tersebut awalnya tersedia bagi kolega yang menggunakan komputer CERN pada Maret 1991. Beberapa bulan kemudian, pada Agustus, Berners-Lee mengumumkan software WWW melalui newsgroup internet sehingga interest terhadap proyek tersebut mulai menyebar secara global.

Developer lain kemudian ikut berkontribusi.

Browser baru bermunculan.

Server baru mulai online.

Salah satu turning point penting datang ketika NCSA di University of Illinois memperkenalkan browser Mosaic pada 1993. Browser dengan graphical interface yang lebih user-friendly membantu Web menjadi semakin accessible bagi pengguna komputer biasa.

Web perlahan keluar dari lingkungan akademis.

And then things escalated quickly.

Keputusan yang Membuat Web Bisa Digunakan Semua Orang

Ada satu keputusan yang arguably sama pentingnya dengan penemuan WWW itu sendiri.

Web dibuat terbuka.

Pada 30 April 1993, CERN membuat software World Wide Web tersedia secara bebas. CERN kemudian menggunakan lisensi terbuka untuk membantu memastikan teknologi tersebut dapat berkembang dan digunakan secara luas.

CERN menjelaskan bahwa komponen software Web saat itu—termasuk basic client, server, dan library—dilepaskan sehingga orang dapat menggunakan, menggandakan, memodifikasi, dan mendistribusikannya.

This changed everything.

Bayangkan kalau teknologi Web sejak awal merupakan sistem proprietary yang membutuhkan royalty setiap kali seseorang ingin membuat browser atau menjalankan server.

Perkembangannya mungkin akan sangat berbeda.

Sebaliknya, keterbukaan tersebut memungkinkan developer, universitas, perusahaan, dan individu dari berbagai negara ikut membangun ekosistem Web.

Web tidak menjadi milik satu perusahaan.

Ia berkembang sebagai platform global.

Dari Beberapa Server Menjadi Fenomena Dunia

Pertumbuhan Web setelah itu berlangsung sangat cepat.

CERN mencatat bahwa pada akhir 1993 sudah ada lebih dari 500 web server yang diketahui. Setahun kemudian, jumlahnya mencapai sekitar 10.000 server, dengan sekitar 2.000 di antaranya bersifat komersial dan sekitar 10 juta pengguna.

Remember, this was the early 1990s.

Belum ada smartphone modern.

Belum ada Instagram.

Belum ada YouTube.

Google bahkan belum berdiri.

Tetapi fundamental infrastructure untuk dunia digital yang kita kenal sekarang sudah terbentuk.

Dari sana lahirlah search engine, e-commerce, social media, streaming, online education, digital journalism, cloud applications, dan countless services lainnya.

Lahirnya World Wide Web Consortium

Ketika Web berkembang semakin cepat, muncul kebutuhan menjaga standar agar teknologi Web tetap interoperable.

Pada 1994, Tim Berners-Lee meninggalkan CERN dan membentuk World Wide Web Consortium atau W3C di Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Tujuannya bukan membuat satu perusahaan menguasai Web.

Justru sebaliknya.

W3C berperan dalam mengembangkan standar terbuka agar website dan teknologi Web dapat bekerja secara konsisten di berbagai browser, perangkat, serta platform.

Konsep open standards ini crucial.

Tanpanya, kita mungkin hidup dalam dunia ketika website tertentu hanya bisa dibuka menggunakan komputer merek tertentu atau setiap perusahaan mempunyai versi Web yang tidak compatible satu sama lain.

That would be chaotic.

Tim Berners-Lee Tidak “Menjual” WWW

Salah satu bagian paling menarik dari kisah Berners-Lee adalah philosophy mengenai keterbukaan Web.

Ia sejak awal melihat Web sebagai sistem terbuka dan terdistribusi.

CERN juga mengambil keputusan membuat teknologi Web tersedia secara bebas, yang kemudian membantu mempercepat adopsinya secara global.

Keputusan ini menjadi salah satu alasan mengapa Web berkembang menjadi universal platform.

Siapa pun bisa membuat website.

Siapa pun bisa membuat browser.

Siapa pun bisa membuat server.

Tentunya dunia Web sekarang sudah dipenuhi perusahaan bernilai miliaran dolar.

Tetapi underlying standards-nya tetap dibangun berdasarkan prinsip interoperability dan keterbukaan.

Sulit mencari bidang kehidupan modern yang completely untouched oleh World Wide Web.

Dalam pendidikan, mahasiswa bisa mengakses jurnal, video pembelajaran, digital library, dan berbagai materi dari institusi di seluruh dunia.

Dalam bisnis, Web melahirkan e-commerce, digital marketing, online banking, SaaS, remote working, dan berbagai business model yang sebelumnya hampir tidak terbayangkan.

Media berubah.

Entertainment berubah.

Relationship berubah.

Cara kita mencari pekerjaan juga berubah.

Bahkan bagaimana seseorang memesan makanan atau mencari review restoran sebelum datang juga sangat bergantung pada Web.

CERN menggambarkan Web sebagai teknologi yang mengubah komunikasi, penelitian, bisnis, pendidikan, dan cara manusia menjalani kehidupan sehari-hari.

And they’re not exaggerating.

Internet dan WWW Tetap Bukan Hal yang Sama

Karena Tim Berners-Lee sering disebut sebagai “penemu internet”, misconception ini perlu diluruskan.

Tim Berners-Lee bukan penemu internet.

Internet berkembang dari berbagai penelitian dan teknologi jaringan yang sudah ada sebelum World Wide Web.

Yang diciptakan Berners-Lee adalah World Wide Web, sebuah sistem informasi berbasis hypertext yang menggunakan jaringan internet.

Analoginya seperti jalan raya dan mobil.

Internet adalah jaringan jalannya.

WWW adalah salah satu sistem transportasi yang memanfaatkan jalan tersebut.

Selain Web, internet juga digunakan untuk email, file transfer, messaging, video calling, gaming, dan banyak layanan lainnya.

So next time someone says Tim Berners-Lee invented the internet, you know the difference.

Dari WWW Menuju Era AI

Menariknya, perjalanan Web belum selesai.

Dulu tantangan utamanya adalah bagaimana menghubungkan dokumen.

Kemudian berkembang menjadi bagaimana menghubungkan manusia.

Sekarang kita masuk ke fase ketika Web juga menjadi tempat manusia berinteraksi dengan artificial intelligence.

Search engine semakin menggunakan AI.

Website menggunakan chatbot.

Generative AI bisa menghasilkan teks, gambar, audio, dan video.

Web yang dulu mayoritas terdiri atas halaman statis sekarang menjadi ecosystem yang extremely dynamic.

Namun fundamental idea Berners-Lee masih terlihat.

Information should be connected.

People should be able to access it.

Systems should communicate.

Dan teknologi seharusnya bisa berkembang melalui standar yang interoperable.

Tim Berners-Lee dan Warisan World Wide Web

Ketika Tim Berners-Lee menulis proposalnya pada 1989, ia sedang mencoba menyelesaikan masalah information sharing di lingkungan penelitian.

Ia probably tidak bisa sepenuhnya memprediksi bahwa beberapa dekade kemudian manusia akan menggunakan Web untuk meeting virtual, streaming film, membeli rumah, menjalankan perusahaan, mencari pasangan, belajar bahasa, memesan tiket pesawat, bahkan berinteraksi dengan artificial intelligence.

Dari proposal hypertext sederhana lahirlah sebuah platform yang mengubah peradaban modern.

Namun, mungkin bagian paling extraordinary dari kisah Tim Berners-Lee sebagai penemu WWW bukan hanya teknologi yang ia ciptakan.

It was the decision to keep the Web open.

Karena ketika teknologi tersebut bisa digunakan dan dikembangkan secara luas, inovasi tidak lagi hanya berada di tangan penciptanya.

Jutaan orang kemudian ikut membangun Web.

Website pertama berubah menjadi miliaran halaman.

Beberapa server berubah menjadi infrastruktur global.

Dan sebuah proposal di laboratorium fisika berubah menjadi sesuatu yang sekarang practically kita gunakan setiap hari.

Jadi, setiap kali membuka browser, mengklik hyperlink, atau mengetik alamat website, kita sebenarnya masih menggunakan konsep dasar yang dikembangkan lebih dari tiga dekade lalu.

Tim Berners-Lee tidak menciptakan internet. Ia menciptakan sesuatu yang membuat internet jauh lebih accessible dan useful bagi manusia: World Wide Web.

And that changed everything.

Referensi

  1. CERN. The Birth of the Web. Sejarah penemuan World Wide Web oleh Tim Berners-Lee di CERN pada 1989 dan keputusan membuat teknologi Web tersedia secara terbuka.
  2. CERN. A Short History of the Web. Kronologi proposal WWW pada 1989, browser dan server pertama, penyebaran Web, hingga pertumbuhannya pada awal 1990-an.
  3. World Wide Web Consortium (W3C). Tim Berners-Lee Biography. Biografi Berners-Lee dan kontribusinya terhadap web client, server, URI, HTTP, serta HTML.
  4. World Wide Web Consortium (W3C). History. Sejarah WWW, pengembangan HTML dan teknologi Web, serta pembentukan W3C pada 1994.
  5. CERN. 30 Years of a Free and Open Web. Dokumentasi keputusan CERN pada 30 April 1993 untuk membuat teknologi World Wide Web tersedia bagi publik.